cinta sejati kita adalah tuhan ..

Jumat, 25 April 2014

Standarisasi Penggunaan IFRS pada Usaha Kecil & Menengah


KASUS 3


1.      Pembahasan
1.1.   Pemahaman UKM
Definisi UKM berbeda beda antar lembaga dan departemen di Indonesia maupun dunia,  berikut adalah definisi UKM di Indonesia berdasarkan lembaga yang memberikan definisi  ukm.
a)       Badan Pusat Statistik (BPS): ukm merupakan perusahaan atau industri dengan pekerja antara  5-19 orang.
b)       Bank Indonesia (BI): ukm merupakan perusahaan atau industri dengan karakteristik berupa:
ü  modalnya kurang dari Rp. 20 juta
ü  untuk satu putaran dari usahanya hanya membutuhkan dana Rp 5 juta
ü  memiliki aset maksimum Rp 600 juta di luar tanah dan bangunan
ü  omzet tahunan ≤ Rp 1 miliar.
c)       Kementrian Koperasi dan usaha kecil Menengah (UU No. 9 Tahun 1995): ukm merupakan  kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan bersifat tradisional, dengan kekayaan bersih RP 50  juta hingga Rp. 200 Juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan omzet  tahunan ≤ Rp 1 miliar; dalam UU UMKM/ 2008 dengan kekayaan bersih Rp 50 juta hingga Rp  500 juta serta penjualan bersih tahunan Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar.
d)       Keppres No. 16/ 1994: ukm merupakan perusahaan yang mempunyai kekayaan bersih  maksimal Rp. 400 juta.
e)       Departemen Perindustrian dan Perdagangan: UKM merupakan Perusahaan yang mempunyai aset maksimal Rp 600 juta di luar tanah dan bangunan  (Departemen Perindustrian sebelum digabung) dan perusahaan yang mempunyai modal kerja di bawah Rp 25 juta (Departemen Perdagangan  sebelum digabung)
f)        Departemen Keuangan: ukm merupakan perusahaan yang mempunyai omset maksimal Rp  600 juta per tahun dan atau aset maksimum Rp 600 juta di luar tanah dan bangunan.
g)       Departemen Kesehatan : perusahaan yang mempunyai penandaan standar mutu berupa  Sertifikat Penyuluhan (SP), Merk Dalam Negeri (MD) dan Merk Luar Negeri (ML).
Dilihat dari sisi perkembangannya Usaha Kecil Dan Menengah dapat dikelompokkan dalam beberapa kriteria yaitu:
o    Livelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan untuk mencari nafkah, atau lebih dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
o    Micro Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang merupakan pengrajin produk tertentu namun belum memiliki ciri kewirausahaan.
o    Small Dynamic Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki ciri kewirausahaan dan sudah menerima pekerjaan subkontrak dan melakukan ekspor
o    Fast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki ciri kewirausahaan dan siap untuk melakukan transformasi menjadi Usaha Besar.

1.2.   Pemahaman IFRS
International Financial Reporting Standart adalah merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting StandardBoard (IASB)
Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
a.       Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periodeyang disajikan.
b.      Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
c.       Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

Dampak IFRS terhadap Sistem Akuntansi dan Pelaporan:
1. Konsep Other Comprehensive Income di dalam laba rugi komprehensif
2. Perubahan definisi-definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas    menjadi kepentingan nonpengendali (non-controlling interest)
3. Pos Luar Biasa tidak lagi diperbolehkan
4. Perubahan nama laporan keuangan
5. Tidak diatur tentang format laporan
6. Prudence vs Conservatism
7. Dibolehkan menggunakan Revaluation method untuk penilaian PPE

2.      Ruang Lingkup
IFRS untuk UKM adalah standar mandiri dari 230 halaman , yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan entitas kecil dan menengah ( UKM ) , yang  diperkirakan mencapai lebih dari 95 persen dari semua perusahaan di seluruh dunia.
Dibandingkan dengan SAK penuh ( dan banyak GAAPs nasional ) , IFRS untuk UKM adalah kurang kompleks dalam berbagai cara. Standar ini tersedia untuk setiap yurisdiksi untuk mengadopsi , apakah atau tidak telah mengadopsi penuh SAK . Setiap yurisdiksi harus menentukan entitas yang harus menggunakan standar . Pembatasan IASB adalah bahwa hanya perusahaan yang terdaftar dan lembaga keuangan yang tidak terdaftar tidak harus menggunakannya .
Komprehensif 2012-14, IASB  melakukan kajian komprehensif dari IFRS bagi UKM untuk mempertimbangkan apakah ada kebutuhan untuk setiap amandemen standar. Untuk membantu dalam pelaksanaan, IFRS Foundation dan IASB telah mengambil sejumlah langkah :
*      Pelaksanaan bimbingan. IFRS untuk UKM disertai dengan petunjuk pelaksanaan yang terdiri dari laporan keuangan ilustrasi dan presentasi dan pengungkapan checklist .
*      UKM Implementasi Group. Menunjuk sebuah kelompok implementasi untuk mengembangkan pedoman pelaksanaan non - wajib dalam bentuk Q & As .
*      Q & As - Q & Sebagai dikembangkan oleh Implementasi Group sebagai pedoman dalam menerapkan IFRS untuk UKM .
*      Bahan Pelatihan - The IFRS Foundation mengembangkan komprehensif.
*      IFRS Taksonomi - IFRS Taksonomi adalah terjemahan dari SAK - termasuk IFRS untuk UKM - ke XBRL ( eXtensible Busniness Report Language) . XBRL adalah ' bahasa ' digital digunakan untuk komunikasi informasi antara perusahaan dan pengguna lain informasi keuangan .
*      Lokakarya - IFRS memegang daerah, melatih pelatih lokakarya , bekerjasama dengan asosiasi profesional regional dan badan-badan pembangunan dunia, untuk membangun kapasitas untuk pelaksanaan IFRS untuk UKM , khususnya dalam mengembangkan dan negara berkembang.
*      Newsletter - Kami menerbitkan newsletter bulanan gratis IFRS untuk UKM Update dengan berita tentang adopsi , sumber daya , dan panduan implementasi .
*      Presentasi - Kami membuat beberapa presentasi anggota Dewan dan staf tentang IFRS untuk UKM.
*      Pedoman untuk entitas berukuran mikro - The IASB staf dan Grup Pelaksanaan UKM sedang mengembangkan pedoman untuk membantu entitas berukuran mikro menerapkan IFRS untuk UKM .
Pada 15 Februari 2007, Draft IFRS untuk UKM telah diterbitkan. Standar untuk UKM yang mengeliminasi lebih dari 85% standar IFRS penuh ini diberlakukan mulai tahun 2008.
Penetapan standarisasi pencatatan keuangan UKM oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) tentu memiliki maksud dan tujuan memudahkan dunia usaha khususnya UKM dalam menyusun laporan keuangan, sebagaimana bahasan kita dalam tulisan yang sudah-sudah. Standarisasi itu mesti kita lihat tidak hanya dari konten standarisasi karena isi konten seringkali telah disesuaikan oleh penyedia software akuntansi. Zahir Accounting misalnya. Sehingga pencatatan dan pelaporan telah sesuai dengan konten yang dimaksud.
Disamping itu yang lebih penting diperhatikan adalah sisi penerapan dari standar pencatatan keuangan. Untuk membahas hal ini tentu harus kita batasi dulu pengguna sistem yang kita perhatikan dalam pembahasan penerapan standar pencatatan keuangan ini. UKM tentu saja menjadi pengguna yang paling tepat disorot. Kenapa demikian? Karena UKM merupakan pelaku usaha yang seringkali menerapkan pencatatan keuangan yang belum terstandar.
Hal itu dapat dilihat dari menjamurnya kendala UKM terkait kekurangan modal untuk pengembangan usaha. Sementara ada banyak lembaga keuangan tersebar disekitarnya. Usut punya usut ternyata kendala tersebut disebabkan tidak cukupnya syarat yang diminta oleh lembaga-lembaga keuangan tersebut untuk bisa memberikan pinjaman modal. Syarat itu jelas adalah laporan keuangan. Laporan keuangan yang diminta harus sesuai dengan standar pencatatan keuangan UKM.
Dari sini kita telah dapat melihat pentingnya pencatatan keuangan terstandar bagi UKM. Melihat fenomena ini Klinik Akuntansi terjun langsung ke lapangan dalam usahanya memprakarsai penerapan standar pencatatan keuangan UKM. Mulai dari menugaskan staff product consultant untuk memberikan penerangan mengenai sistem dan manfaat standarisasi pencatatan keuangan. Bahkan sampai pada tahap pemenuhan kebutuhan UKM yang ingin membangun kemitraan bersama Klinik Akuntansi.

3.      Kesimpulan
Pada tanggal 15 Februari 2007 IAS/IFRS mengeluarkan draft untuk usaha kecil menengah ( UKM ) disebutkan, mengeliminasi setidaknya 85% IAS/IFRS. Pentingnya pencatatan keuangan terstandar bagi UKM karena UKM merupakan pelaku usaha yang seringkali menerapkan pencatatan keuangan yang belum terstandar. Penetapan standarisasi pencatatan keuangan UKM oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) tentu memiliki maksud dan tujuan memudahkan dunia usaha khususnya UKM dalam menyusun laporan keuangan.

4.      Daftar Pustaka

Sabtu, 15 Maret 2014

TRANSLASI MATA UANG ASING



BAB 6

Translasi adalah proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang asing lainnya untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada para pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global.
Convenience Translation adalah perusahaan membuat daftar saham perusahaan pada translasi saham asing dengan maksud untuk memiliki usaha asing atau gabungan atau ingin mengomunikasikan hasil operasional dan seluruh laporan keuangan kepada pemegang saham asing.
Masalah translasi adalah nilai tukar tidak pernah stabil, fluktuasi mata uang meningkatkan nilai tukar mata uang asing yang dapat digunakan pada proses translasi mata uang asing serta menciptakan keuntungan dan kerugian atas translasi mata uang asing.

6.1    ALASAN MELAKUKAN TRANSLASI
Translasi mata uang asing dilakukan untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global, dengan memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan terhadap mata uang asing induk perusahaan.
Tiga alasan tambahan dilakukannya translasi mata uang asing, yaitu:
1.      mencatat transaksi mata uang asing;
2.      memperhitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang; dan
3.      berkomunikasi dengan peminat saham asing.


6.2     PEMAHAMAN TRANSLASI
A.    Efek Laporan Keuangan Terhadap Kurs Alternatif Translasi Mata Uang Asing
Kurs yang digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik :
·         Kurs saat ini => kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan
·         Kurs historis => kurs yang berlaku saat aset dengan mata uang asing pertama kali didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama muncul
·         Kurs rata-rata => rata-rata kurs historis dengan kurs saat ini
Perbedaan karakteristik pada transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata uang asing. Transaksi mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan tetapi dihitung dengan mata uang lain. Sebagai alasannya adalah adanya gagasan mengenai mata uang fungsional. Mata uang fungsional suatu perusahaan adalah mata uang utama yang digunakan untuk menjalankan bisnis , menghasilkan, dan menghabiskan kas. Berikut keadaan yang membenarkan penggunaan mata uang local atau induk perusahaan sebagai mata uang fungsional.
Kriteria Mata Uang Fungsional :
Faktor Ekonomi
Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Fungsional
Mata Uang Induk Perusahaan sebagai Mata Uang Fungsional
Arus Kas
Menggunakan mata uang local dan tidak berpengaruh terhadap arus kas
Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan
Harga Jual
Sangat tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi local
Responsif terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
Harga Pasar
Kebanyakan pada negara adidaya dan menggunakan mata uang local
Kebanyakan pada negara induk dan menggunakan mata uang negara induk
Anggaran Biaya
Sering terjadi pada daerah local
Sangat berkaitan dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
Keuangan
Menggunakan mata uang local dan dilayani oleh operasional local
Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
Internal Perusahaan
Jarang, tidak ekstensif
Sering kali dan transaksi yang ekstensif


Tipe penyesuaian transaksi :
o   Gains and losses settled transactions muncul walaupun nilai tukar pada pembukuan transaksi awal berbeda dengan tingkat pada pencapaian.
o   Gains or losses unsettled transactions muncul saat laporan keuangan dipersiapkan sebelum transaksi disetujui.

Cara untuk membukukan keuntungan dan kerugian transaksi :
a)      Perspektif transaksi tunggal. Penyesuaian nilai tukar dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal
b)      Perspektif transaksi ganda. Mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan (FASB No. 52)

Metode yang digunakan dalam Translasi Mata Uang Asing :
a.    Metode Nilai Tukar Tunggal (metode kurs saat ini)
Mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan, atau harga saat ini terhadap semua saham dan utang asing. Pendapatan dan beban mata uang asing secara umum ditranslasikan pada nilai tukar yang berlaku saat item tersebut diakui.

b.    Metode Nilai Tukar Ganda (mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis)
1.    Metode current-noncurrent
Aset lancar dan kewajiban lancar ditranslasikan dengan kurs saat ini. Aset dan kewajiban tidak lancar ditranslasikan dengan kurs historis. Item-item laba rugi ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau pada rata-rata dasar tambahan yang mencakup seluruh periode yang dilaporkan
Kelemahan : sering kali tidak sesuai dengan kenyataan dan definisi current dan non current merupakan klasifikasi bukan justifikasi konseptual pada nilai tukar yang digunakan dalam translasi mata uang asing
2.    Metode moneter-nonmoneter
Aset dan kewajiban moneter ditranslasikan dengan kurs saat ini dan dinilai sebagai risiko nilai tukar. Item non moneter ditranslasikan dalam kurs historis.
Kelemahan : moneter dan non moneter merupakan skema klasifikasi yang mengarah pada hasil yang kurang baik
3.    Metode kurs sementara
Translasi mata uang asing neraca disajikan ulang menggunakan mata uang item tersebut, tetapi bukan penilaian aktual. Item moneter ditranslasikan dengan kurs saat ini, item nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjaga dasar perhitungan awal.

Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing yaitu :
1)      Penangguhan : penyesuaian translasi mata uang asing diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian penggabungan modal
2)      Penangguhan dan amortisasi : menangguhkan keuntungan dan kerugian secara mengamortisasi penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait
3)      Penangguhan sebagian : mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya jika terealisasi saja
4)      Tidak ada penangguhan

B.     Pengembangan Akuntansi Masalah Translasi Mata Uang Asing
Pra 1965
metode current-non current serta keuntungan dan kerugian transaksi ditambahkan secara langsung terhadap pendapatan
1965-1975
pengecualian khusus metode current-non current dimana persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis
1975-1781
FAS No. 8 yaitu memasukkan unsur-unsur GAAP AS dengan menerima metode kurs sementara dimana keuntungan dan kerugian transaksi harus diakui dalam pendapatan saat periode perubahan kurs
1981 – sekarang
FAS No. 52 mengenai translasi saat mata uang lokal adalah mata uang fungsional, translasi saat mata uang induk perusahaan adalah mata uang fungsional dan translasi saat mata uang asing adalah mata uang fungsional

C.     Permasalahan Perhitungan
Perspektif Laporan : FAS No. 52 tidak konsisten dengan teori konsolidasi
Harga Perolehan : mentranslasikan neraca berdasarkan harga perolehan dengan nilai tukar saat ini tidak menghasilkan harga perolehan ataupun nilai lancar.
Konsep Pendapatan : penyesuaian dibuat berhungan langsung dengan ekuitas pemegang saham, tidak dihitung dalam laporan laba-rugi.
Laba Terkelola : translasi mata uang asing memberi peluang untuk mengelola laba

D.    Translasi Mata Uang Asing Dan Inflasi
Penggunaan kurs saat ini untuk mentranslasikan biaya aset non moneter yang bertempat dalam kondisi yang cenderung berinflasi akan menghasilkan pendanaan mata uang domestik jauh di bawah nilai aslinya sehingga laba yang ditranslasikan akan lebih besar karena berhubungan dengan biaya depresiasinya. Infomasi ini salah sehingga FASB memutuskan untuk menentang penyesuaian inflasi sebelum translasi matauanga asing karene tidak konsisten terhadap kerangka kerja valuasi-harga perolehan.

E.     Translasi Mata Uang Asing Di Berbagai Negara
Inggris       : laporan keuangan harus disesuaikan terlebih dahulu pada level harga saat itu lalu ditranslasikan menggunakan kurs saat ini.
AS             : metode kurs sementara
Jepang       : kurs saat ini pada semua kondisi dengan penyesuaian translasi mata uang asing yang  diperlihatkan pada neraca dalam ekuitas pemegang saham



6.3     LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Transaksi mata uang bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap.
  • Kurs pasar spot dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi antar negara, perbedaan pada saham nasional, dan ekspektasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya. Kurs ini bersifat langsung atau tidak langsung.
  • Kurs pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang.  Transaksi pada pasar forward mendapatkan potongan atau premi dari pasar spot, atau sebagai tingkat palsu pasar forward.
  • Transaksi kurs swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan, atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang. 
 
Sumber : Buku International Accounting karangan Frederick D.S Choi & Gary K. Meek Edisi 6 2010 Penerbit Salemba Empat 


NAMA     : ITA ISNAINI
NPM        : 23210675
KELAS    : 4EB17